a. Jenis Motivasi
Motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif - motif dasar. Motif - motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia. Manusia adalah makhluk berjasmani sehingga terpengaruh oleh kebutuhan fisiologis. Contoh dari kebutuhan fisiologis tersebut adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, menikah, dan sebagainya.
Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari, yaitu motivasi yang diperoleh dari pengalaman berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi ini mencakup motivasi berprestasi, motivasi berkuasa, motivasi mencari identitas, dan sebagainya.
Read more...
Mengenai Saya
- Ary Miraldi
- Seorang wanita biasa yang berobsesi tuk meraih cita & cinta di dunia & akhirat.. Membahagiakan ortu,tu adlh kewajibanku.. Semoga Allah SWT memudahkan jalanku..Amin
Kamis, 24 Juni 2010
Jenis dan Sifat Motivasi
Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi
Wolfolk (1993) mengemukakan bahwa motivasi dapat didefinisikan sebagai keadaan internal yang menaikkan, mengarahkan, dan memelihara perilaku. Dengan kata lain bahwa motivasi merupakan salah satu penyebab yang sangat penting akan munculnya perilaku seseorang.
Menurut Winskel (1987) motivasi adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas - aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula.
Dari beberapa defenisi motivasi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi mempunyai unsur - unsur, yakni :
a) Unsur kebutuhan
b) Unsur dorongan
c) Unsur tujuan
Menurut Abraham H. Maslow, kebutuhan seseorang dapat digolongkan menurut jenjang hirarki, maksudnya ialah bahwa kebutuhan menuntut untuk dipenuhi apabila sekiranya kebutuhan yang lebih rendah tingkatannya telah terpenuhi tentutannya.
Menurut Maslow ada lima kebutuhan manusia, yaitu :
a) Kebutuhan fisiologi (physiological needs)
b) Kebutuhan rasa aman (safety needs)
c) Kebutuhan sosial (sicial needs)
d) Kebutuhan ego (esteem needs)
e) Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization needs)
Read more...
Senin, 14 Juni 2010
Pengalaman Mengikuti Micro Teaching di FKIP UMSU

Saat memasuki semester 6, ada perasaan senang karena sebentar lagi saya akan menyelesaikan perkuliahan saya di UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara). Tetapi, sebelumnya saya harus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya untuk mengikuti mata kuliah PPL 1 (Micro Teaching).
Beberapa minggu setelah mengikuti mata kuliah Micro Teaching, tiba saatnya giliran saya untuk tampil di depan kelas menjadi guru. Seminggu sebelum tampil saya sudah mempersiapkan syarat-syarat tuk mengikuti micro teaching, diantaranya RPP, media, dan materi yang akan saya sampaikan selama 15 menit di depan kelas. Materi yang saya bawa yaitu "Logaritma" (dulu waktu SMP saya gak ngerti dgn materi logaritma, tetapi sekarang harus bisa dunkz..heheh).
Malam hari sebelum hari H, saya latihan di rumah dan yang menjadi siswanya adalah keponakan saya. Persiapan sudah matang, keesokan harinya dengan perasaan deg-degan, malu (pokoke campur aduk lah) saya mencoba tuk tetap PD dan harus PD saat memasuki kelas.
Saat memasuki kelas, sepertinya semua mata tertuju kepada saya (narsis mode : on), cukup lama kami menunggu dosen di kelas, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Setelah selesai mengabsen, dosen berkata "hari ini ibu harus pulang cepat, karena ada urusan di kopertis. Jadi yang akan tampil hari ini di undur minggu depan"..beghhh...kecewa berat nech, udah cantik-cantik, yang biasanya gak pernah pake make up, khusus untuk penampilan ini diberaniin diri tuk make up,,ehh..malah diundur :(
Minggu depannya dengan perasaan yang masih kecewa, saya tetap semangat tuk mengikuti micro teaching. Penampilan pertama (teman saya yang bernama Lis) dosen mengatakan "ya, penampilannya sudah bagus". (wah..aku harus bisa menampilkan yang terbaik nech). Detik demi detik pun berlalu, dan tiba saatnya giliran saya. Dengan perasaan tetap percaya diri saya menjadi guru di kelas selama 15 menit, awalnya ada perasaan nervous, tapi setelah di depan kelas biasa aja tuch..dan akhirnya dosen pun berkata "bagus". Alhamdulillah akhirnya bisa juga saya melewati tantangan ini dengan baik.
Read more...
Minggu, 13 Juni 2010
Penggunaan Micro Teaching

Sesuai dengan tujuan Micro teaching, maka micro teaching dapat digunakan dalam:
a. Pendidikan pra service, yaitu bagi calon guru :
1) Sebagai persiapan calon guru sebelum ia benar - benar berpraktek di sekolah latihan dan di depan kelas sebenarnya
2) Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru sambil berpraktek di sekolah latihan
b. Pendidikan in service, yaitu bagi guru atau penilik :
1) Untuk meningkatkan kemampuan guru yang sudah mengajar, agar menemukan kelemahan - kelemahan sendiri dan berusaha memperbaikinya
2) Untuk meningkatkan kemampuan supervisor supaya ia tahu, apakah bimbingannya, nasihatnya dan saran - sarannya benar - benar efektif dalam membantu peningkatan kualitas guru - gurunya
3) Untuk percobaan melaksanakan teknik - teknik baru, sebelum teknik itu dilaksanakan dalam kelas sebenarnya
Read more...
Pengertian dan Tujuan Micro Teaching

1.Pengertian Micro Teaching
Micro teaching atau pengajaran mikro adalah suatu bentuk pengajaran utuh yang "diperkecil" atau dimikrokan sehingga mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
a. Tujuan :
1. Tujuan latihan : terbatas pada penguasaan satu jenis keterampilan atau dua keterampilan yang digabung.
2. Tujuan pembelajaran : terbatas, hanya satu Kompetensi Dasar (KD) dan satu atau dua indikator
b. Waktu mengajar : 10 - 15 menit
c. Materi pelajaran : tidak luas (terbatas)
d. Jumlah murid : 5 - 10 orang
Konsep micro teaching menurut berbagai sumber diantaranya :
-Menurut Sadirman (Interaksi Motivasi Belajar Mengajar) micro teaching adalah suatu tindakan atau kegiatan latihan belajar-mengajar dalam situasi laboratoris.
-Roestiyah (1991) mengemukakan bahwa pengajaran mikro (micro teaching) adalah salah satu kegiatan mengajar dimana segalanya dikecilkan atau disederhanakan.
-Allen dan Ryan (1969) membuat suatu kesimpulan bahwa micro teaching itu tetap sebagai "real teaching",tetapi dalam bentuk mikro sehingga mudah dikontrol.Bentuk mikro ini mencakup hampir semua komponen dalam belajar mengajar, yakni : jumlah peserta didik,waktu,bahan pengajaran, serta jenis keterampilan mengajar dilatihkan.
2. Maksud dan tujuan micro teaching
Maksud yaitu meningkatkan performance yang menyangkut keterampilan dalam mengajar atau latihan mengelola interaksi belajar mengajar.
Tujuan adalah membekali calon guru sebelum sungguh-sungguh terjun ke sekolah tempat latihan praktek kependidikan untuk praktek mengajar (Sardiman, Interaksi Motivasi Belajar Mengajar ).
Secara khusus, micro taeching bertujuan agar mahasiswa calon guru dapat :
a. Menganalisis tingkah laku mengajar teman-temannya dan diri sendiri
b. Melaksanakan keterampilan khusus dalam mengajar
c. Mempraktekkan berbagai teknik mengajar dengan benar dan tepat
d. Mewujudkan situasi belajar yang efektif, produktif, dan efisien
e. Bersikap profesional keguruan
f. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat
g. Menanamkan rasa percaya diri sendiri dan sifat terbuka dari kritik orang lain
h. Mengembangkan sikap kritis mahasiswa
i. Menanamkan kesadaran akan nilai keterampilan mengajar dan komponen - komponennya
j. Menyiapkan bekal mahasiswa dalam menghadapi praktek keguruan dan memecahkan
kesulitan dalam mengajar
k. Mengenal kelemahan - kelemahan dan kekeliruan - kekeliruan dalam penampilan
keterampilan mengajar siswa serta tahu penampilan - penampilan yang baik
Read more...